Mengajarkan Manajemen Waktu Kepada Anak

Manajemen Waktu Kepada Anak

Mengajarkan Manajemen Waktu Kepada Anak

Keahlian mengendalikan waktu menggambarkan soft skill yang wajib dipunyai seluruh orang. Dengan mempunyai keahlian manajemen waktu yang baik, seorang memiliki disiplin diri sendiri yang sangat membantu kehidupannya nanti. Ada baiknya kita mengajarkan manajemen waktu kepada anak sedari dini.

Perkaranya, keahlian manajemen waktu kepada anak ini tidak dapat dipahami dalam satu malam. Terlebih bila baru dicoba dikala seorang beranjak berusia. Di umur dini, banyak orangtua yang merasa memiliki otoritas mengendalikan penuh agenda keseharian anak. Sementara itu, asumsi itu bukanlah benar. Demi kesuksesan anak di masa depan, anak butuh berlatih mengendalikan waktu serta belajar memastikan prioritas dengan baik semenjak dini.

Mengajarkan Manajemen Waktu Kepada Anak

Dikutip dari sandiegofamily. com, berikut panduan melatih anak manajemen waktu, dimuai dari hal- hal yang gampang serta simpel dicoba.

1. Atur waktu tidur

Disiplin terhadap waktu tidur merupakan perihal termudah yang dapat Mama ajarkan pada anak semenjak dini. Ajari anak buat mematuhi waktu tidur yang wajib mereka jalani tiap hari.

Kanak- kanak umur 5- 12 tahun biasanya memerlukan waktu kurang lebih 10- 11 jam tidur per hari. Penuhi waktu tidur ini secara konsisten serta teratur paling utama di hari- hari sekolah.

Bila anak wajib tidur jam 20. 00, yakinkan anak telah berada di tempat tidur 30 menit sebelum waktunya sehingga dia tahu mengondisikan suasana jelang jam tidur.

2. Tetapkan jam makan

Walaupun nampak sepele, namun menetapkan agenda makan teratur bisa menolong anak memahami manajemen waktu secara disiplin.

Tidak cuma itu saja, penetapan agenda makan ini pula jadi bagian pendidikan untuk anak tentang prioritas kesehatan. Anak akan belajar bahwa sesibuk apapun dia nantinya di masa depan, kesehatan senantiasa jadi keutamaan yang tidak bisa tergantikan.

Manajemen Waktu Kepada Anak

Tidak hanya itu, menetapkan durasi makan juga perlu diajarkan pada anak. Misalnya: waktu makan malam berbarengan keluarga sepanjang satu jam. Di saat ini, anak wajib mematuhinya tanpa terdapat distraksi gadget ataupun juga perlengkapan elektronik, serta cuma fokus pada aktivitas makan.

3. Berlatih mengukur waktu

Di umur 6 sampai 12 tahun, anak telah ketahui kapan saatnya dia melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakannya. Tetapi, dapat jadi dia belum menguasai gimana sistem mengukur durasi waktu yang pas buat menuntaskan aktivitas tersebut. Latih anak mengukur waktu yang pas buat memastikan waktu dalam beraktifitas.

Dapat lewat jenis waktu, misalnya aktivitas simpel semacam menyapu sepanjang 5 menit, aktivitas menengah semacam cuci piring sepanjang 10- 15 menit serta aktivitas besar yang membutuhkan fokus besar semacam belajar sepanjang 30- 45 menit.

Tidak terdapat salahnya menghadiahi anak suatu jam tangan bagaikan salah satu sistem supaya dia bisa mengawali seluruh suatu setimpal agenda.

4. Latih anak bertanggungjawab serta disiplin

Alih- alih memforsir buat menuntaskan pekerjaan ataupun rutinitas tiap hari, ajak Anak buat bersama- sama membuat agenda individu yang mencakup bermacam kegiatan serta tugas yang setimpal dengan umurnya. Ajari sang Kecil buat bertanggungjawab menuntaskan agenda pekerjaan yang sudah dibuatnya. Dengan sistem ini, anak hendak belajar soal disiplin terhadap apa yang telah direncanakannya sendiri.

5. Membuat agenda pribadi

Tidak hanya agenda rutinitas di sekolah, ajak anak buat membuat agenda yang berisi kegiatan- kegiatan yang hendak dia jalani sepulang sekolah. Agenda ini dapat berbentuk tabel simpel berisi tipe aktivitas serta waktu, mencakup hal- hal yang berhubungan dengan aktivitas belajar sampai bermain.

Agenda individu ini sangat efisien melatih anak merunut perihal yang wajib dicoba sehingga tidak terdapat yang terlewatkan. Dengan agenda individu ini, anak lelet laun hendak menguasai kalau seluruh kegiatan bisa dituntaskan dengan baik dengan perencanaan waktu yang baik pula.

Mengajarkan Manajemen Waktu Kepada Anak bukan perihal yang gampang untuk orangtua karena bagaimanapun keadaaannya, perkenankan anak belajar serta berproses sendiri. Disamping itu anak hendak senantiasa memandang role model dari orang terdekatnya. Oleh sebab itu, berilah contoh langsung padanya.

Sosok Ibu Ani Yudhoyono Ibu Negara Presiden Ri-6

sosok ibu Ani Yudhoyono

Sosok Ibu Ani Yudhoyono Ibu Negara Presiden Ri-6

Namanya adalah Kristiani Herrawati. Lebih dikenal dengan nama Ani Yudhoyono setelah menikah dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Lahir di Yogyakarta tanggal 6 Juli 1952 anak dari pasangan Sarwo Edhie Wibowo dan Sunarti Sri Hadiyah. Sosok Ibu Ani Yudhoyono adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara Ayahnya adalah seorang tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jendral.

Anak jenderal ini ikut aktif menemani kegiatan suami saat menjadi tentara dan presiden. Setelah tak lagi menjadi ibu negara, Ani Yudhoyono memiliki banyak waktu untuk keluarga, fotografi, dan berkebun.

Dikuti dari laman viva.co.id, Kristiani Herrawati semasa kecilnya sering berpindah-pindah tempat tinggal karena perkerjaan orang tuanya. Ayahnya sebagai tentara sering dinas keluar kota. Akibatnya, tempat sekolah Kristiani juga berpindah-pindah. Sekolah menengah pertamanya di SMP Immanuel, Medan, Sumatera Utara. Setelah itu, Kristiani melanjutkan ke SMA 24 Jakarta.

Usai menamatkan SMA, Kristiani Herrawati masuk kuliah Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta. Tapi beliau tidak menyelesaikan kuliahnya karena ikut pindah bersama orang tuanya ke luar negeri yang menjadi Duta Besar Indonesia di Korea Selatan. Meski begitu, ia tidak berdiam diri, pendidikan penting baginya. Ibu Ani melanjutkan kuliahnya dan lulus sebagai sarjana Sosial Ilmu Politik dari Universitas Terbuka (UT).

sosok ibu Ani Yudhoyono

Ibu Ani Yudhoyono menikah dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono pada usia 24 tahun dan dikaruniai 2 orang anak yaitu Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhi Baskoro Yudhoyono. Sosok Ibu Ani Yudhoyono selalu mengiringi suami tercinta di jalur perjalanan kariernya, yang akhirnya mengantarkan Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono ke panggung politik. Tahun 2004, merupakan tahun bersejarah baik bagi dirinya, keluarganya, maupun bagi rakyat Indonesia. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono resmi terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia pertama yang dipilih langsung oleh rakyat Indonesia untuk masa bakti 2004 – 2009. Tahun 2009, DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono kembali terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia masa bakti 2009 – 2014. Menjadi Ibu Negara adalah sebuah tanggung jawab besar dan pengabdian.

Kariernya sebagai ibu negara lebih banyak mendampingi hampir semua kegiatan suaminya sebagai presiden dan juga aktif di berbagai kegiatan organisasi. Banyak organisasi yang beliau ikuti dan bahkan menjadi ketua atau dewan pembina dalam sebuah organisasi. Bahkan Beliau juga masuk pengurus Partai Demokrat, partai politik bentukan suaminya Susilo Bambang Yudhoyono.

Sosok Ibu Ani Yudhoyono memiliki hobi fotografi. Ia sering membawa kamera saat mendampingi suaminya saat kunjungan kerja. Hasil jepretannya ia posting di akun media sosial Instagram-nya. Setelah tak lagi menjadi ibu negara, hobinya tetap berlanjut, berkebun, jeprat-jepret dan bermain dengan cucu-cucunya tercinta.

Pada 2019, Ani Yudhoyono menderita kanker dan dirawat di Singapura. Setelah berjuang dengan penyakitnya, Ani Yudhoyono meninggal dunia di National University Hospital, Singapura, Sabtu, 1 Juni 2019, pukul 11.50 waktu setempat pada usia 67 tahun.

KELUARGA

Suami : DR.H. Susilo Bambang Yudhoyono
Anak : Mayor Inf. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc.,MPA
Edhie Baskoro Yudhoyono,B.Comm.,M.Sc
Ayah : Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo
Ibu : Hj. Sunarti Sri Hadiyah

PENDIDIKAN

SMP Immanuel Medan
SMA 24 Jakarta
S1, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Indonesia (UKI), Tak selesai
S1, Fakultas Ilmu Politik, Universitas Terbuka (UT)

KARIER ORGANISASI

  • Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat
  • Persit Kartika Chandra Kirana (Persatuan Istri Tentara)
  • Dharma Pertiwi
  • Dharma Wanita
  • Pelindung Nasional Women Internasional Club (WIC)
  • Pelindung Utama Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
  • Pelindung Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI)
  • Ketua Kehormatan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis (PPTI)
  • Penasehat Utama Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) dan
  • Persatuan Istri Purnawirawan (PERIP)
  • Penasehat Paguyuban RIA Pembangunan
  • Pembina Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS)
  • Pembina Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB)
  • Pembina Cita Tenun Indonesia (CTI)
  • Pembina Mutumanikam Nusantara Indonesia (MMNI)
  • Duta Nasional HIV/AIDS dan ASI
  • Ikon Thalassaemia Indonesia
  • Bunda PAUD Se- Indonesia

Baca juga : belajar mencintai pekerjaan anda