tipsfresh

Mulailah Belajar Mencintai Pekerjaan Anda Sendiri

Tutup iklan Close (x)

Mencintai pekerjaan anda

Tidak sedikit orang yang tertekan dengan pekerjaannya sendiri. Banyak juga melaksanakan pekerjaan kantor hanya sebagai rutinitas supaya mampu meraih gaji semata. Saat jam kerja, selamanya tunggu jam makan siang, jam pulang, hari libur, akhir pekan, atau tanggal gajian. Bila ini terjadi, selagi mungkin jadi lama dan Anda enggan untuk bekerja. Bila Anda belum atau tidak mampu meraih pekerjaan lain, Anda mampu berupaya untuk mencintai pekerjaan berikut dikarenakan tentu akan lebih menyenangkan jika kami mengerjakan hal yang disukai. Tetapi, bagaimana supaya Anda mampu menyukai pekerjaan yang bikin jadi bosan itu?

Cara Mencintai Pekerjaan

“Cintailah Pekerjaanmu dan jangan pernah Kamu jatuh cinta dengan Perusahaan” Mengapa sampai timbul pernyataan seperti itu? Karena sewaktu waktu perusahaan dapat menghilangkan Anda kapan pun. Apalagi ketika kondisi perusahaan yang sedang terpuruk. Namun bagaimana langkah mencintai pekerjaan Anda? Berikut ini lebih dari satu tips menarik untuk mencintai pekerjaan Anda

Bersyukur atas pekerjaan yang Anda dapat

Sebagai umat beragama, tidak salah jika Anda Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas apa yang telah diraih selama ini. Jangan sampai Anda terlena dengan kondisi yang Anda dapat sekarang. Jangan sampai Anda hanya melihat keatas, tapi kadang harus lihat juga kebawah. Dengan artian bahwa tidak semua orang bisa menjadi seperti Anda dengan pekerjaan dan gaji yang Anda dapat sekarang. Jadi dengan bersyukur Anda dapat mencintai pekerjaan yang Anda dapat sekarang ini.

Baca : Biaya hidup di Jakarta

Lihat Sisi Positif

Walau Anda jadi pekerjaan terlampau menjenuhkan, tidak pernah selesai, atasan yang galak, atau kawan kerja yang menyebalkan, tetapi coba untuk melihat hal positifnya. Bandingkan situasi kami dengan orang lain yang tidak seberuntung kita. Bagaimana orang-orang yang tetap belum mendapat pekerjaan, orang-orang yang pekerjaan lebih berat dari kita, atau bagaimana orang yang penghasilannya tidak sebanyak kita.

Cobalah mengingat bagaimana selagi Anda berupaya meraih pekerjaan ini, jika bagaimana selagi itu Anda wajib naik kendaraan umum, bagaimana pertama kali Anda belum mengenal kawan kerja lainnya, dikala Anda tetap bingung dengan pekerjaan yang wajib dilakukan. Mengingat perjuangan ini mampu menopang Anda lebih mencintai pekerjaan.

Antusias pada Pekerjaan

Bila Anda tidak menyukai pekerjaan Anda, tentu akan merasa susah dan sulit bagi Anda untuk melaksanakan tugas-tugas kantor. Anda akan jadi terbebani dengan tugas yang diberikan sehingga tidak maksimal hasil kerjanya. Sebaliknya, jika seseorang mengerjakan suatu hal yang disenangi tentu hal itu akan jadi menyenangkan dan Anda miliki motivasi untuk mengerjakannya. Misalnya, seseorang yang antusias terhadap menggambar akan antusias jika ditugasi untuk memicu desain rumah, jadi arsitek, atau pekerjaan lain.

Untuk itu, bersikaplah seolah-olah Anda menyukai dan nikmati pekerjaan Anda. Beri perhatian penuh pada apa yang tengah Anda kerjakan. Mungkin kelihatannya kemungkinannya sangat kecil untuk menyukai pekerjaan Anda sekarang. Tetapi, paksakan diri Anda untuk melaksanakan ini. Tersenyum atau berdiri dengan tegak mampu menopang untuk mampu lebih bersikap antusias. Hasilnya, Anda mampu merasakan terlampau menyukai pekerjaan tersebut.

Lakukan yang Terbaik

Hindari menunda pekerjaan atau bersikap masa bodoh atas hasil pekerjaan Anda. Ini mampu memicu Anda jadi stres akibat pekerjaan yang tidak selesai, makin menumpuk atau terkena omelan atasan.

Jangan melaksanakan pekerjaan dengan teledor tetapi memberikan lebih dari apa yang diperintahkan. Tetapkan prioritas pekerjaan supaya pekerjaan yang penting mampu diselesaikan khususnya dahulu. Anda terhitung mampu memotivasi diri Anda sendiri untuk beri tambahan yang terbaik. Misalnya, Anda mampu mencatat selagi berapa lama Anda mampu menyelesaikan pekerjaan atau hal lain untuk mengukur produktivitas. Kemudian, tantang diri Anda untuk melaksanakan yang lebih baik ulang dalam tugas berikutnya.

Beri Penghargaan

Bila Anda tidak meraih penghargaan dari orang lain dikala Anda berhasil melaksanakan tugas yang diberikan, Anda mampu beri tambahan penghargaan untuk diri sendiri. Anda mampu berikan pujian untuk diri sendiri untuk obyek yang dicapai atau merayakan kesuksesan Anda. Tentu saja, hal ini jangan dikerjakan secara berlebihan.

Hindari sikap untuk membenci pekerjaan Anda dikarenakan ini akan memicu Anda makin tertekan, jadi stres dan hasil pekerjaan tidak maksimal. Berusahalah untuk studi mencintai pekerjaan Anda untuk hasil pekerjaan yang lebih baik. Dengan hasil pekerjaan yang baik, pekerjaan tidak menumpuk, Anda mampu meraih kepuasan, pujian dari atasan, promosi jabatan dan bukan tidak mungkin meraih gaji yang lebih baik lagi.

Melakukan Lebih

Bila mendapat tugas, jangan jadi puas dikarenakan melaksanakan apa yang diharapkan. Nilai and dari atasan dan kepuasan mampu didapatkan jika Anda kreatif untuk lebih memperindah pekerjaan Anda. Misalnya, dengan meningkatkan informasi pendukung dikala ditugasi untuk mengolah suatu data. Atau jika Anda menyukai teknologi tetapi Anda bekerja di anggota akunting, Anda mampu mencari terobosan teknologi yang mampu menopang Anda menyelesaikan tugas dengan lebih cepat.

Teruslah Belajar

Tugas kantor jadi berat mungkin dikarenakan Anda belum seluruhnya mengerti. Seorang pekeja yang jadi berat selagi ditugasi memicu suatu pekerjaan, mampu jadi dikarenakan dia belum seluruhnya mengetahui konsep berkenaan pekerjaan tersebut. Misalnya seseorang ditugasi memicu laporan di Excel dengan pivot table, tentu bukan hal yang biasa, tetapi mampu dipelajari.

Maka, untuk meningkatkan pengetahuan, Anda mampu mencari mengetahui lebih banyak dari Internet, buku, atau dari orang lain yang lebih memahaminya. Bila memungkinkan, Anda mampu pula ikuti kursus-kursus. Cara lainnya adalah dengan memperhatikan contoh-contoh yang ada. Dengan mengetahui lebih banyak, Anda akan lebih enteng melakukannya.

mencintai pekerjaan, mensyukuri pekerjaan, lakukan yang terbaik, antusias pada pekerjaan, wawancara kerja, hidup di jakarta, kebiasaan buruk